Laksma TNI Masnal Samian, Alumni AAL Angkatan 42 – Morosaka tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Membangun Pertahanan Siber Indonesia
Jakarta, 6 Agustus 2026 — Pusat Siber dan Pengamanan Informasi TNI Angkatan Laut (Pussiberal) berpartisipasi aktif dalam Cyber Resilience and Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026, diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
DTI Series dan CRD-CX 2026 menjadi salah satu forum transformasi digital terbesar di Indonesia yang mempertemukan unsur pemerintah, industri, akademisi, serta komunitas teknologi dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 300 pembicara, didukung 80 institusi mitra, serta menampilkan berbagai inovasi pada bidang telekomunikasi, fintech, layanan publik digital, keamanan siber, komputasi awan (cloud), hingga pusat data (data center). Keikutsertaan Pussiberal dalam ajang bergengsi tersebut merupakan bentuk pengakuan atas capaian institusi sebagai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (KLPD) dengan Tingkat Maturitas Keamanan Siber tertinggi di Indonesia, dengan nilai 4,99 dari skala 5, sehingga memperoleh undangan khusus untuk membuka booth pameran pada CRD-CX 2026.
Dukungan Pimpinan TNI AL
Rangkaian kegiatan diawali dengan VVIP Power Breakfast dan Opening Ceremony DTI 2026 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, bersama para pejabat kementerian, lembaga, pelaku industri, dan mitra strategis transformasi digital nasional.
Pada hari pertama, booth Pussiberal menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) beserta sejumlah Pejabat Utama Mabesal, antara lain Koorsahli Kasal, Aslog Kasal, serta perwakilan Irjenal, Asrena Kasal, Asintel Kasal, Aspers Kasal, Askomlekal, Diskomlekal, Dissenlekal, Dislitbangal, Disinfolahtal, dan Pusat Intelijen TNI AL.
Didampingi Komandan Pussiberal, Laksamana Pertama TNI Masnal Samian, S.T., M.Tr.Opsla., Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 42, Wakasal meninjau booth Pussiberal dan berdiskusi dengan para pengunjung mengenai pengembangan kemampuan pertahanan siber TNI Angkatan Laut. Kunjungan dilanjutkan ke sejumlah booth penyedia teknologi keamanan siber guna memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi terkini yang berpotensi mendukung penguatan sistem pertahanan siber TNI AL.
Danpussiberal Menjadi Pembicara Nasional
Salah satu agenda penting dalam konferensi adalah kehadiran Laksma TNI Masnal Samian sebagai pembicara pada sesi panel bertajuk "Securing Indonesia's Digital Economy: Policy, Trust & National Resilience."
Dalam paparannya, Danpussiberal menegaskan bahwa ketahanan siber nasional tidak dapat dibangun secara sektoral, melainkan memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas keamanan siber. Ia juga menekankan bahwa perlindungan ruang siber telah menjadi bagian integral dari pertahanan negara, seiring meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur informasi kritis dan transformasi digital nasional.
Edukasi Siber dan Kolaborasi Strategis
Pada hari kedua, Pussiberal menerima kunjungan Satuan Siber TNI dalam rangka promosi kompetisi Rise the Ranger 2 yang akan diselenggarakan pada 13 Agustus 2026.Sebagai bagian dari upaya membangun budaya keamanan informasi, Pussiberal juga menyelenggarakan Daily Cybersecurity Awareness Quiz yang melibatkan para pengunjung secara interaktif sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan penerimaan Sertifikat Apresiasi dari penyelenggara DTI Expo atas kontribusi aktif Pussiberal selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme Tinggi terhadap Booth Pussiberal
Booth Pussiberal dan Naval-CSIRT menjadi salah satu pusat perhatian selama penyelenggaraan pameran. Berdasarkan data Visitor Count, tercatat 172 organisasi mengunjungi booth pada hari pertama dan meningkat menjadi 262 organisasi pada hari kedua, dengan estimasi jumlah pengunjung lebih dari 1.200 orang selama dua hari pelaksanaan. Mayoritas pengunjung menunjukkan minat yang tinggi terhadap berbagai program kerja sama yang ditawarkan, meliputi:
- Cyber Training Program;
- Navmar-ISAC (Threat Intelligence Sharing);
- Security Assessment;
- Security Awareness Program;
- Joint Research and Development;
- CSIRT Collaboration.
Sejumlah institusi yang berpotensi menjalin kerja sama lebih lanjut antara lain Kedutaan Besar Federasi Rusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Universitas Bina Nusantara, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), serta CSI English School.
Memperkuat Ekosistem Pertahanan Siber Nasional
Partisipasi Pussiberal dalam CRD-CX 2026 menunjukkan semakin kuatnya posisi TNI Angkatan Laut dalam mendukung pembangunan ketahanan siber nasional melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas profesional. Keikutsertaan aktif pada forum nasional maupun internasional seperti DTI dan CRD-CX tidak hanya membuka peluang kerja sama strategis di bidang keamanan siber, tetapi juga memperkuat eksistensi Pussiberal sebagai institusi yang memiliki kapabilitas tinggi dalam pengamanan informasi dan respons insiden siber.
Lebih dari itu, capaian tersebut turut meningkatkan citra positif TNI Angkatan Laut sebagai institusi pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, inovatif dalam membangun ekosistem keamanan siber, serta dipercaya publik sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di ruang siber.